Conselling

NAZAR

Ibu TIA :
Assalamu'alaikum Ustadz terdengar suara dari HP : "saya mau tanya Ustadz boleh? maaf menggangu nih Ustadz pagi-pagi jam 6.00 wib sudah telepon", "begini Ustadz, saya kan ada nazar tapi bukan Nazarudin loh tadz juga bukan Udin sedunia, ini beneran saya punya nazar kalau suami saya tidak harus dioperasi saya akan sedekah Rp. 1 juta. Tapi ustadz dokter sudah mengharuskan suami saya dioperasi kakinya karena ada pembengkakan sementara biayanya saya tidak sanggup padahal suami terpaksa berhenti kerja karena sedang sakit sedang usaha dagang saya lagi ada masalah.

Tapi alhamdulillah ustadz setelah niat nazar saya itu dokter bilang sakit suami saya sudah ada perubahan jadi lebih baik tapi dokter tetap menyarankan untuk segera dioperasi, dan saya masih belum sanggup mengikuti saran dokter. akhirnya atas saran teman, suami saya bawa ketempat bekam untuk menjalani pengobatan Tibun Nabawi, alhamdulillah sudah ada perubahan juga, dan dari pihak klinik bekam menganjurkan untuk datang 8x untuk kesembuhan dan pemulihan.

Hari ini saya teringat akan nazar saya itu ustadz, lalu bagaimana apa yang harus saya lakukan? apa uang yang satu juta ini untuk modal usaha dan pengobatan bekam atau untuk nazar? mohon nasihatnya ustadz

Ustadz Salim:
Wa'alaikumsalam ww, "Iya Bu", sahut Utadz, "tidak apa-apa silakan apa yang bisa saya bantu?"
Alhamdulillah segala puja dan puji hanya milik Alloh SWT, kalau mendengar kisah Ibu, saya jadi terharu, tertawa dan bangga. terharu karena mendengar kedaan ibu yang sedang di uji oleh Alloh SWT, ketawa karena ibu pake bawa-bawa Nazarudin sama Udin sedunia segala hehe, bangga karena dari awal sampai akhir ibu sudah mensikapi permasalahan ini dengan benar yaitu ibu berniat untuk bernazar.

Maka kalau ibu menanyakan mana yang harus lebih dahulu dilakukan? jawaban saya sudah pasti dan konsisten, dahulukan nazar. Loh kok gitu ustadz? iya dong malah harusnya dari awal dikerjakannya, begitu tau lagi ada masalah dengan suamikah, dengan usahakah, dengan anakkah, atau dengan apapun segera keluarkan sebagian rezeki yang kita miliki dalam bentuk sedekah dan diniatkan karena Alloh SWT maka insyaAlloh Pasti Alloh akan menyelesaikan urusan kita Tapi saya maklum mungkin saat itu ibu belum punya uang sebesar itu. 

Nah kalau sekarang sudah punya segera keluarkan rizkinya apalagi sudah dinazarkan. tapikan belum sembuh tadz? lah kan nazarnya bukan buat sembuh tapi gak dioperasi. Kan Alloh sudah kasih kalau suami ibu Tia gak jadi dioperasi malah kecenderungannya menjadi makin baik, makanya kalau nazar atau doa jangan tanggung-tanggung, bilang dong ke Alloh yang lengkap yang detil misalnya Ya Alloh saya berniat menazarkan uang sebesar 1jt untuk disedekahkan jika suami saya tidak jadi dioperasi dan penyakitnya dapat disembuhkan total tanpa mengeluarkan biaya sedikitpun. 
Jadi segera deh ibu keluarkan nazarnya yang 1jt kasih kesiapa saja yang membutuhkan insyaAlloh saya doakan penyakit suami ibu bisa disembuhkan tanpa harus dioperasi dan tanpa harus mengeluarkan biaya dan usaha ibu dilancarkan serta dimudahkan, amin.